Cicilan Perumahan Murah

Cicilan Perumahan Murah

Salah satu alasan kenapa banyak masyarakat yang tidak sanggup membeli rumah adalah karena cicilannya yang terlalu mahal. Harga cicilan yang mahal kurang bersahabat dengan pendapatan sebagian orang, sehingga mereka memilih untuk menyewa rumah kontrakan per bulan daripada mencicil rumah.

Saat ini ada perumahan yang cicilannya mulai dari 500.000/bulan. Pembayaran cicilan itu dilakukan selama 25 tahun. Sementara rumah baru bisa ditempati setelah cicilan dilakukan selama 10 tahun. Atau ada alternatif cicilan lain yaitu selama 15 tahun dengan cicilan sebesar Rp 1.194.444 per bulannya, serah terima kunci setelah 5 tahun cicilan. hitung-hitung sama saja seperti sewa kontrakan tiap bulan, tapi setelah tahun ke-5 Anda sudah bisa menempati rumah sendiri sambil tetap membayar cicilan sampai 10 tahun lagi.

rumah murah amanah city

Cicilan Perumahan Murah tersebut untuk perumahan amanah city yang berlokasi di Maja, Banten. Rumah yang memiliki skema cicilan tersebut memiliki tipe  22/36. Artinya ukuran tanah 36 meter dan ukuran bangunan 22 meter. Rumah Murah di Serang Banten ini sudah terjual ratusan unit sejak launching bulan awal 2018. Tertarik dengan perumahan murah amanah city? Hubungi marketing kami melalui whatsapp 083894263083

atau langsung klik http://ceksini.info/wa/amanahcity

Rumah Murah di Serang Banten

Rumah Murah di Serang Banten

Saat ini pemerintah sedang menggalakkan program sejuta rumah baru. Program ini mulai dijalankan oleh pemerintah sejak 2017. Program ini disambut baik oleh developer sehingga banyak sekali perumahan murah yang sedang dibangun saat ini.

Rumah murah di serang banten juga sedang dibangun oleh beberapa developer saat ini. Salah satunya adalah yang dibangun oleh developer Madinah Properti. Perumahan murah ini diberi nama Amanah City super block. Lokasinya berada di Maja, Serang, Banten. Lokasi yang sangat berdekatan dengan stasiun Maja ini tentunya memberikan keuntungan bagi Anda yang terbiasa bekerja menggunakan Kereta Api Commuter Line.

Amanach City memiliki beberapa tipe rumah yang bisa Anda pilih. Yang paling murah adalah tipe 22/36 dengan harga cash saat ini 88 juta rupiah. Tapi jangan khawatir, Anda juga bisa melakukan cicilan mulai dari 500.000/bulan. Untuk Anda yang saat ini masih mengontrak, biaya bulannya hampir sama dengan biaya bayar kontrakan tiap bulan.

Untuk cicilan perumahan murah ini Anda bisa memilih mulai dari 500.000/bulan dan DP 0% untuk tipe rumah tertentu. Anda bisa menghubungi marketing kami melalui whatsapp 083894263083

atau langsung klik http://ceksini.info/wa/amanahcity

Pahami Arti PPJB, PJB, dan AJB untuk perumahan yang anda inginkan

Saat melakukan transaksi jual beli tanah, bangunan, rumah, ruko, atau properti lain, Anda akan banyak mendengar istilah yang perlu Anda pahami, seperti Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Pengikatan Jual Beli (PJB), Akta Jual Beli (AJB). Istilah-istilah tersebut berkaitan dengan cara peralihan hak atas tanah dan bangunan.

Untuk itu, Anda perlu memahami betul istilah-istilah tersebut agar transaksi yang ada berjalan dengan lancar. Untuk memahaminya, Anda perlu menekankan bahwa istilah tersebut memiliki perbedaan pada proses dan bentuk perbedaan hukumnya. Berikut ulasannya

1. Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)

PPJB dibuat untuk melakukan pengikatan sementara sebelum pembuatan AJB resmi di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Secara umum, isi PPJB adalah kesepakatan penjual untuk mengikatkan diri akan menjual kepada pembeli dengan disertai pemberian tanda jadi atau uang muka berdasarkan kesepakatan. Umumnya PPJB dibuat di bawah tangan karena suatu sebab tertentu seperti pembayaran harga belum lunas. Di dalam PPJB memuat perjanjian-perjanjian, seperti besarnya harga, kapan waktu pelunasan dan dibuatnya AJB.

Hal Penting Mengenai Perjanjian PPJB

  1. Obyek Pengikatan Jual Beli
    Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) mencakup beberapa obyek yang harus ada. Obyek pengikatan jual-beli ada tiga. Tiga obyek itu meliputi luas bangunan beserta gambar arsitektur dan gambar spesifikasi teknis, lokasi tanah yang sesuai dengan pencantuman nomor kavling dan luas tanah beserta perizinannya. Soal penguraian obyek tanah dan bangunan harus dijelaskan secara detail. Jangan sampai ada data dan informasi yang kurang. 
  2. Kewajiban dan Jaminan Penjual
    Bagi penjual yang hendak menawarkan properti yang dijual pada pembeli maka wajib membangun dan menyerahkan unit rumah atau kavling sesuai dengan yang ditawarkan kepada pembeli, sehingga PPJB menjadi pegangan hukum untuk pembeli. Dalam pembuatan PPJB, pihak penjual bisa memasukkan klausul pernyataan dan jaminan bahwa tanah dan bangunan yang ditawarkan sedang tidak berada dalam jaminan utang pihak ketiga atau terlibat dalam sengketa hukum. Apabila ada pernyataan yang tidak benar dari penjual, calon pembeli dibebaskan dari tuntutan pihak manapun mengenai properti yang hendak dibelinya.
     
  3. Kewajiban bagi Pembeli
    Kewajiban pembeli adalah membayar cicilan rumah atau kavling dan sanksi dari keterlambatan berupa denda. Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 1995 menjelaskan bahwa besar denda keterlambatan adalah 2/1000 dari jumlah angsuran per hari keterlambatan. Calon pembeli juga bisa kehilangan uang mukanya apabila pembelian secara sepihak.
     
  4. Isi Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Sesuai Keputusan Pemerintah
    PPJB diatur berdasarkan Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 1995. Perjanjian ini merupakan salah satu kekuatan hukum sekaligus jaminan hukum pada saat membeli rumah.  Secara garis besar, PPJB berisikan 10 faktor penting, yaitu:- Pihak yang melakukan kesepakatan;
    – Kewajiban bagi penjual;
    – Uraian obyek pengikatan jual beli;
    – Jaminan penjual;
    – Waktu serah terima bangunan;
    – Pemeliharaan bangunan;
    – Penggunaan bangunan;
    – Pengalihan hak;
    – Pembatalan pengikatan;
    – Penyelesaian Perselisihan.

Dalam membuktikan suatu perkara perdata, yang dicari adalah kebenaran formil, yaitu kebenaran yang didasarkan sebatas pada bukti-bukti yang diajukan oleh para pihak yang berperkara. Oleh karena itu, umumnya suatu bukti tertulis berupa surat atau dokumen memang sengaja dibuat oleh para pihak untuk kepentingan pembuktian nanti, apabila sampai ada sengketa.

Dalam pembuktian suatu perkara perdata, Pasal 1866 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) atau Pasal 164 Reglemen Indonesia yang Diperbaharui (RIB/HIR) telah mengatur jenis alat-alat bukti dalam hukum acara perdata, yaitu:

  • Bukti Surat;
  • Bukti Saksi;
  • Persangkaan;
  • Pengakuan;
  • Sumpah.

Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang dibuat dihadapan notaris merupakan akta otentik (vide: Pasal 1868 KUH Perdata). Dalam kaitannya dengan akta otentik tersebut, Pasal 1870 KUH Perdata telah memberikan penegasan bahwa akta yang dibuat dihadapan notaris memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna. Adapun, kutipannya sebagai berikut,

Pasal 1870 KUH Perdata (Terjemahan R. Subekti)

“Suatu akta otentik memberikan di antara para pihak beserta ahli waris-ahli warisnya atau orang-orang yang mendapat hak dari mereka, suatu bukti yang sempurna tentang apa yang dimuat didalamnya.”

Sebagai informasi, PPJB adalah suatu perjanjian yang dibuat oleh calon penjual dan calon pembeli suatu tanah/bangunan sebagai pengikatan awal sebelum para pihak membuat Akta Jual Beli (AJB) di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Biasanya PPJB akan dibuat para pihak karena adanya syarat-syarat atau keadaan-keadaan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu oleh Para Pihak sebelum melakukan AJB di hadapan PPAT. Dengan demikian PPJB tidak dapat disamakan dengan AJB yang merupakan bukti pengalihan hak atas tanah/bangunan dari penjual kepada pembeli.

Hal mana ada pihak yang menggunakan PPJB tersebut sebagai bukti dalam gugatannya setelah 10 (sepuluh) tahun PPJB tersebut dibuat. Hal tersebut bisa saja dilakukan oleh pihak tersebut apabila memang ada hal yang dipersengketakan oleh para pihak dalam suatu perjanjian atau dengan pihak-pihak lain yang mendapat hak dari PPJB tersebut.

Dengan demikian, apabila ada pihak-pihak lain di luar pihak-pihak dalam PPJB, yang digugat dalam perkara tersebut, pihak yang menggugat harus dapat membuktikan adanya hubungan hukum antara penggugat dengan pihak-pihak di luar PPJB tersebut. Hal ini sejalan dengan Yurisprudensi Tetap Mahkamah Agung melalui Putusan MA No. 4 K/Rup/1958 tertanggal 13 Desember 1958, yang memiliki kaidah hukum sebagai berikut:

“Untuk dapat menuntut seseorang di depan pengadilan adalah syarat mutlak bahwa harus ada perselisihan hukum antara kedua belah pihak yang berperkara.”

Selain itu, mengingat rentang waktu sejak dibuatnya PPJB tersebut sampai dengan perkara tersebut bergulir di pengadilan belumlah melebihi masa Daluwarsa yang ditentukan oleh hukum untuk menuntut, yaitu selama 30 (tiga puluh) tahun, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1967 KUH Perdata, yang berbunyi sebagai berikut:

“Segala tuntutan hukum, baik yang bersifat perbendaan maupun yang bersifat perorangan, hapus karena daluwarsa dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun, sedangkan siapa yang menunjukkan adanya daluwarsa itu tidak usah mempertunjukkan suatu alas hak, lagipula tak dapatlah dimajukan terhadapnya sesuatu tangkisan yang didasarkan kepada itikadnya yang buruk.”

2. Pengikatan Jual Beli (PJB)

PJB adalah kesepakatan antara penjual untuk menjual properti miliknya kepada pembeli yang dibuat dengan akta notaris. PJB bisa dibuat karena alasan tertentu seperti belum lunasnya pembayaran harga jual beli dan belum dibayarkannya pajak-pajak yang timbul karena jual beli.

PJB ada dua macam yaitu PJB lunas dan PJB tidak lunas. PJB lunas dibuat apabila harga jual beli sudah dibayarkan lunas oleh pembeli kepada penjual tetapi belum bisa dilaksanakan AJB, karena antara lain pajak-pajak jual beli belum dibayarkan, sertifikat masih dalam pengurusan dan lain-lain. Dalam pasal-pasal PJB tersebut dicantumkan kapan AJB akan dilaksanakan dan persyaratannya. Di dalam PJB lunas juga dicantumkan kuasa dari penjual kepada pembeli untuk menandatangani AJB, sehingga penandatanganan AJB tidak memerlukan kehadiran penjual. PJB lunas umum dilakukan untuk transaksi atas objek jual beli yang berada diluar wilayah kerja notaris atau PPAT yang bersangkutan. Berdasarkan PJB lunas bisa dibuatkan AJB di hadapan PPAT di tempat lokasi objek berada.

PJB tidak lunas, dibuat apabila pembayaran harga jual beli belum lunas diterima oleh penjual. Di dalam pasal-pasal PJB tidak lunas sekurang-kurangnya dicantumkan jumlah uang muka yang dibayarkan pada saat penandatanganan akta PJB, cara atau termin pembayaran, kapan pelunasan dan sanksi-sanksi yang disepakati apabila salah satu pihak wanprestasi. PJB tidak lunas juga harus ditindaklanjuti dengan AJB pada saat pelunasan.

3. Akta Jual Beli (AJB)

AJB adalah akta otentik yang dibuat oleh PPAT untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan. Pembuatan AJB sudah diatur sedemikian rupa melalui Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (Perkaban) No. 08 Tahun 2012 Tentang Pendaftaran Tanah, sehingga PPAT tinggal mengikuti format-format baku yang sudah disediakan. Pembuatan AJB dilakukan setelah seluruh pajak-pajak yang timbul karena jual beli sudah dibayarkan oleh para pihak sesuai dengan kewajibannya masing-masing.

Langkah selanjutnya adalah mengajukan pendaftaran peralihan hak ke kantor pertanahan setempat atau yang lazim dikenal dengan istilah balik nama. Dengan selesainya balik nama sertifikat maka hak yang melekat pada tanah dan bangunan sudah berpindah dari penjual kepada pembeli.

Pengetahuan untuk Menghindari Penipuan

Terbukti bahwa mempelajari dan memahami istilah yang berkaitan dengan transaksi jual beli tanah diperlukan bagi Anda yang ingin menjalaninya. Pastikan kemampuan Anda dalam memahami telah memadai. Hal ini berkaitan dengan keberhasilan dan kepuasan Anda pasca transaksi. Selain itu juga untuk menghindari penipuan dan kekecewaan di masa yang akan datang.

 

sumber : https://www.cermati.com/artikel/pahami-arti-ppjb-pjb-dan-ajb-agar-anda-terhindar-dari-penipuan

Ingin Percantik Hunian Tanpa Ribet? Yuk, Coba 8 Tips Memilih Sofa Untuk Rumah Minimalis Ini

Bicara soal rumah, rasanya kurang afdol jika kita tidak mengkaitkannya dengan interior ciamik yang menjadi pelengkap ataupun hiasan di dalamnya. Ya, salah satu contohnya adalah sofa. Selain berfungsi sebagai tempat untuk melepas penat atau bersantai dengan keluarga, furniture terfavorit ini juga hadir dengan beragam karakter dan desain yang unik.

Namun seringkali kita dibuat bingung lantaran tak punya pengetahuan cukup mengenai sofa yang recommended dan sebaliknya. Nah, agar terhindar dari penipuan dan rasa kecewa, berikut beberapa tips memilih sofa untuk rumah minimalis yang patut Anda coba.

  1. Dimana sofa akan diletakkan?

Tips yang pertama ini mungkin terkesan sepele. Namun siapa sangka jika dengan mempertimbangkan poin tersebut sebenarnya anda telah melakukan persiapan untuk merancang sebuah ruangan dengan matang.

Pastikan sofa yang anda beli cocok dengan rumah minimalis Anda. Selanjutnya Anda bisa memilah bahan yang tepat. Sofa indoor dan outdoor tentu dibuat dengan material yang berbeda. Sofa yang ditaruh di dalam ruangan lebih mengutamakan kenyamanan. Sementara untuk sofa outdoor mengedepankan ketahanan bahan terhadap perubahan cuaca.

  1. Tentukan fungsinya

Idealnya, sofa tidak hanya good looking saja, namun juga memberikan kenyamanan bagi siapapun. Jika sejak awal Anda menggunakan sofa tersebut sebagai ruang tamu maka anda pun harus memperhitungkan elemen apa sajakah yang seharusnya dimiliki oleh sofa tersebut. Sofa khusus tamu umumnya terdiri dari satu set meja dan beberapa buah sofa kecil.

Tentu berbeda dengan kursi rumah minimalis yang sengaja Anda letakkan untuk bersantai dengan keluarga, menemani Anda bekerja, atau dijadikan sebagai markas akhir pekan sembari ngopi dengan teman-teman Anda.

Adapun sofa yang Anda gunakan untuk bergelung biasanya berbentuk panjang dengan bahan yang lembut.

  1. Pilih ukuran yang sesuai

Rumah minimalis umumnya identik dengan ukuran ruang yang kecil, jenis sofa yang cocok untuk membuat tampilan hunian Anda makin ciamik ialah sofa L. Mengapa? Sofa ini memunculkan kesan terbuka dan memudahkan akses. Selain itu, sofa ini juga bisa menjadi pemisah antara bagian yang satu dengan lainnya. Hindari memilih sofa yang bulat atau melingkar. Rumah minimalis Anda akan terkesan sempit dan memakan banyak tempat.

  1. Cocokkan dengan kegiatan Anda

Keputusan untuk memboyong sofa rumah minimalis tentu sudah Anda pikirkan sejak jauh-jauh hari bukan?. Tak terkecuali dengan rutinitas yang Anda dan keluarga jalani sehari-hari. Apabila Anda sudah memiliki keluarga dan anak kecil di rumah, sebaiknya Anda membeli sofa yang terbuat dari bahan yang gampang untuk dibersihkan. Seperti vynil atau kulit.

Tapi jika Anda tinggal bersama orang dewasa, sofa dengan tekstur lembut dan hangat bisa jadi alternatifnya.

Bagaimana? Masih bingung dengan sofa yang pas untuk rumah minimalis kesayangan Anda?.

Hemat Budget, Rumah Minimalis Juga Bisa Menjadi Hunian Sehat Loh

Rumah tidak bisa dipungkiri menjadi satu dari sekian kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap orang. Fungsinya yang kompleks membuat banyak orang rela melakukan persiapan sedemikian rupa demi bisa memperoleh hunian idaman yang tentu tak hanya mengedepankan kegunaannya saja, namun juga dibarengi dengan nilai estetika yang memuaskan.

Sayangnya, pertambahan jumlah penduduk di kota-kota besar juga turut berimbas pada berkurangnya lahan yang bisa digunakan untuk mendirikan bangunan. Hal ini tentu menimbulkan permasalahan baru yang harus segera diselesaikan.

Nah, bagi Anda yang sedang didera permasalahan tersebut, kini Anda tidak perlu khawatir lagi, sebab dengan tanah yang tidak begitu luas, anda pun bisa mempunyai rumah minimalis impian yang eksklusif. Selain tak perlu merogoh budget berlebih, dengan ukuran tanah yang sedang, Anda pun masih bisa merancang rumah hijau yang menyegarkan mata.

Lalu seperti apa kriteria rumah minimalis sehat yang recommended sekali untuk Anda coba?.

  1. Sirkulasi udara

Kondisi rumah yang lembab atau bau pengap acapkali menjadi problem pelik. Terlebih saat ada acara dengan teman atau kerabat dekat. Untuk mengatasinya, anda bisa membuat lubang agar udara bisa keluar masuk. Di samping mencegah aroma yang tidak sedap, pertumbuhan bakteri yang dibawa oleh udara atau kegiatan anda di sebuah ruangan pun dapat diminimalisir.

Idealnya, pada rumah minimalis dilengkapi dengan ventilasi yang cukup. Jendela tersebut berfungsi sebagai perantara agar sinar matahari bisa masuk dan anda pun bisa menghemat listrik karena tidak perlu menyalakan lampu di siang hari.

  1. Saluran pembuangan

Coba bayangkan kalau rumah yang Anda tempati tidak dibekali dengan pengaturan saluran pembuangan yang lancar? Bau busuk yang muncul dari selokan semakin membuat anda gerah bukan? Oleh sebab itu, sebaiknya pikirkan dengan matang dimana letak saluran pembuangan rumah minimalis kesayangan Anda akan dibuat.

Carilah lokasi yang tepat dan tidak terlalu sulit. Jika sewaktu-waktu selokan ini tersendat, Anda bisa dengan mudah memperbaikinya.

  1. Air

Elemen yang ketiga ini bisa dibilang menempati posisi yang cukup signifikan. Ya, ketersediaan air bersih akan berdampak pada kesehatan penghuninya. Jadi, meskipun anda tinggal di rumah minimalis, bukan berarti anda acuh dengan sumber air yang akan anda pakai.

Sebaiknya, gunakan air yang benar-benar dianjurkan dan sudah lolos uji kelayakan oleh pihak terkait.

  1. Tanaman hijau

Rumah minimalis yang sehat memang selalu identik dengan tumbuhan hijau. Pepohonan yang Anda tanam di sekeliling pekarangan rumah selain mampu menyuplai oksigen juga menjadikan hunian Anda lebih sejuk dan good looking.

Bunga, tanaman hias, atau pohon buah-buahan bisa anda jadikan alternatif untuk menyulap tampilan surga mungil Anda ini makin ciamik.

Bagaimana? Tertarik mencoba? Pastikan Anda memahami lebih dulu konsep dan penataan rumah minimalis yang akan Anda bangun.